Jaga Kesehatan Mental, Ini Tips Mengatasi Anxiety dan Stress Selama Pandemi Covid-19

Merebaknya virus jenis SARS-CoV-2 atau Covid-19 telah berdampak besar di segala aspek kehidupan secara global. Karantina di rumah, isolasi mandiri, social distancing, serta adanya perubahan penanganan kesehatan menjadi kondisi baru yang harus siap dihadapi masyarakat.

Merebaknya virus jenis SARS-CoV-2 atau Covid-19 telah berdampak besar di segala aspek kehidupan secara global. Karantina di rumah, isolasi mandiri, social distancing, serta adanya perubahan penanganan kesehatan menjadi kondisi baru yang harus siap dihadapi masyarakat. Dalam keadaan yang serba tidak pasti, masyarakat juga dibuat cemas dengan banyaknya pemberitaan negatif tentang dampak pandemi ini seperti kematian, kasus yang bertambah tinggi, bahkan resesi ekonomi yang mengakibatkan terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara besar-besaran. Hal-hal tersebutlah yang kemudian menjadi pemicu utama terjadinya anxiety (gelisah) dan stress di tengah masyarakat kini. Rasa gelisah dan stress ini dikhawatirkan akan menimbulkan gangguan mental yang berkepanjangan, atau bahkan tingkat akut. Dalam survei-nya, World Health Organization (WHO) menunjukkan adanya peningkatan akses layanan kesehatan mental. Pada bulan Juni hingga Agustus, setidaknya sekitar 83% dari 130 negara telah memasukkan kesehatan mental ke dalam salah satu fokus rencana untuk menghadapi pandemi. Oleh karena itu, jangan biarkan rasa tertekan/frustasi mengganggu kehidupan dan semakin memperburuk keadaan. Setidaknya, beberapa hal di bawah ini dapat menjadi tips untuk mengatasi gangguan anxiety dan stress selama pandemi:

Mencari Hobi Baru
Masa pandemi covid-19 yang membatasi kegiatan di luar, membuat kita semakin banyak menghabiskan waktu di rumah. Banyaknya waktu luang ini tetap bisa dimanfaatkan dengan sesuatu yang produktif, salah satunya mencari hobi/kegemaran baru. Kamu bisa belajar berbagai kegiatan seru seperti berkebun, memelihara hewan, belajar merajut, melukis, mendaur ulang barang-barang lama menjadi kerajinan tangan yang baru, membuat konten video, atau mendalami bahasa asing.

Relaksasi dengan Aromaterapi
Salah satu cara untuk mengatasi stress adalah dengan menghirup minyak esensial aromaterapi.Penelitian telah membuktikan bahwa penggunaan minyak esensial dapat mengurangi kadar stress, gangguan kecemasan, serta depresi pada manusia. Sensasi relaxdari minyak esensial akan membuat pikiran jadi lebih jernih dan tenang. Beberapa minyak esensial aromaterapi yang bisa menjadi pilihan adalah lavender, chamomile, mawar, kenanga, hingga sitrus.

Tetap Aktif Bergerak!
Banyak waktu di rumah bukan berarti kita menghabiskannya hanya dengan duduk dan berdiam diri. Aktif bergerak adalah salah satu kunci untuk melepas stress dan gelisah, salah satunya dengan berolahraga. Olahraga secara teratur memicu turunnya hormon kortisol dan epineprin serta menaikkan hormon norepineprin sebagai anti-depresan. Kamu bisa mencari gaya olahraga yang kamu suka; misalnya dance, berenang, lompat tali, yoga, atau lari.

Jaga Tubuh agar Selalu Terhidrasi
Selain menghidrasi tubuh dengan air putih,meminum teh herbal juga dianjurkan sebagai pereda stress dan anxiety. Beberapa teh herbal seperti teh hijau, chamomile, tulsi, lavender, peppermint, lemon balm, kemangi, bahkan rosemary bisa membantu menenangkan pikiran sehingga tubuh menjadi rileks.
Tetap ‘Keep in Touch’ dengan Orang Lain. Sebagai makhluk sosial, kita pasti selalu membutuhkan orang lain. Jika dirasa sedang mengalami stress, jangan sampai kita menyimpannya sendirian. Hubungi orang-orang terdekat yang kamu percaya dan tetap jaga hubungan baik dengan mereka. Meski saat ini hanya dilakukan melalui virtual, nyatanya berbicara dengan orang lain dapat membantu meringankan beban di pikiranmu.

Let it Go
Dalam keadaan seperti ini, rasanya memang sulit untuk berpikir jernih dan membuang jauh pikiran-pikiran negatif dari kepala. Tetapi, bukan berarti tidak bisa.Kita bisa memulainya dengan merenungkan apa yang menjadi sumber utama kegelisahan kita, lalu cobalah untuk mengatasinya pelan-pelan. Daripada membiarkannya berlarut-larut, lebih baik terima saja. Karena kita tidak bisa mengendalikan situasi yang terjadi, maka fokuslah pada reaksi yang bisa kita kontrol dan kendalikan untuk menghadapinya.
Itulah tips mengatasi anxiety dan stress selama masa pandemi covid-19. Kesehatan mental adalah hal utama yang harus kita jaga di masa-masa kritis seperti ini. Mental yang sakit pada akhirnya akan memengaruhi kekebalan tubuh sehingga lebih rentan terhadap penularan penyakit. Jadi, jangan biarkan hal-hal yang negatif bersemayam terlalu lama di pikiran kita, ya.

Share :

You might also like :

Mengubah Telepon Analog Menjadi Telepon Digital dalam Kantor, Why Not?
Cara Menghemat Data Kuota Saat Streaming di Viu

Comments :

$('#comment-form').hide(); $('#success-comment').show(); }}); }); }); --}}
Close