Peran Penting LMS dalam Tumbuh Kembang Siswa di Masa Depan

Untuk menghilangkan stigma sumber daya manusia yang kurang kompeten di masa depan, pendidikan Indonesia harus melek terhadap teknologi LMS yang memberi efisiensi dan kenyamanan bagi siswa didik

 

Pandemi COVID-19 memberi banyak tantangan termasuk dunia pendidikan. Pemerintah dan instansi pendidikan berbondong-bondong menggiatkan pembelajaran daring/ e-learning, dalam upaya agar pembelajaran dapat berlangsung normal dan aman.

Secara global, Bank Dunia mensimulasikan bahwa tingkat kemiskinan pembelajaran dapat meningkat 10 poin, dari 53 menjadi 63%, jika tidak diterapkan dengan baik. Pada laporannya mereka mengisyaratkan bahwa 72 juta lebih anak mungkin menjadi miskin pengetahuan akibat pandemi.

Bank dunia juga memprediksi terjadinya tingkat putus sekolah hingga 10 juta anak. Sebagai konsekuensi jangka panjang, penurunan akumulasi modal manusia dan produktivitas dapat menyebabkan generasi anak-anak dan remaja ini kehilangan US$ 10 triliun dolar AS dari pendapatan masa depan atau jumlah yang setara dengan hampir 10% dari pendapatan global.

Semenjak pertengahan 2020, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan ada 68 juta peserta didik mulai dari tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga SMA di Indonesia terpaksa harus belajar dari rumah.

Belum menurunnya kasus pandemi di Indonesia, membuat pembelajaran daring akan terus berlanjut. Hal ini membawa kekhawatiran, banyak murid yang enggan melanjutkan sekolah karena bosan dengan pembelajaran online.

Menghindari kekhawatiran yang ada, institusi pendidikan memiliki andil utama dalam dunia pendidikan. Institusi harus melihat peluang untuk membangun kembali sistem yang lebih adil, efektif, dan tangguh yang akan membentuk masa depan pembelajaran.  

Lima pilar yang harus diterapkan

Dalam banyak kasus, pembelajaran online harus terus digerakan, agar pendidikan tetap berjalan normal dan aman, serta menghindari miskin ilmu di masa mendatang. Untuk menjawab krisis yang terjadi Bank Dunia menyajikan lima pilar yang saling berkaitan dari sistem pendidikan, pelajar, guru, sumber belajar, sekolah, dan manajemen sistem.

Peserta didik dipersiapkan dan dimotivasi untuk belajar — Penekanan yang lebih kuat pada perkembangan anak secara keseluruhan dan dukungan untuk kesinambungan pembelajaran di luar sekolah.

Guru efektif dan dihargai — siap mengambil peran yang semakin kompleks sebagai fasilitator pembelajaran di dalam dan di luar sekolah dengan menggunakan teknologi pendidikan.

Sumber belajar, termasuk kurikulum, beragam dan berkualitas tinggi — untuk mendukung praktik pedagogis yang baik dan pembelajaran yang dipersonalisasi.

Sekolah adalah ruang yang aman dan inklusif — dengan pendekatan menyeluruh-dan-di luar sekolah untuk mencegah dan mengatasi kekerasan dan tidak meninggalkan anak.

Sistem pendidikan dikelola dengan baik — dengan pimpinan sekolah yang memacu pedagogi yang lebih efektif dan birokrasi pendidikan yang kompeten, mahir menggunakan teknologi, data, dan bukti.

Investasi dan reformasi di masing-masing pilar diperlukan saat ini untuk meletakkan dasar bagi pembelajaran di masa depan. Sekolah dapat mengimplementasikan tindakan kebijakan utama saat ini untuk meletakkan dasar bagi pembelajaran di masa depan.

LMS sebagai implementasi pembelajaran yang efektif

LMS atau Learning Management System merupakan langkah preventif yang harus segera diimplementasikan di semua sistem pendidikan.

Untuk menghilangkan stigma sumber daya manusia yang kurang kompeten di masa depan, pendidikan Indonesia harus melek terhadap teknologi LMS yang memberi efisiensi dan kenyamanan bagi siswa didik.

LMS merupakan sistem komputer yang dikembangkan secara khusus untuk mengelola kelas online, mendistribusikan materi pelajaran dan memungkinkan kolaborasi antara siswa dan guru.

Guru dapat dengan mudah membuat kelas dalam bentuk sedemikian rupa agar siswa mudah mencerna pelajaran dan tidak bosan ketika belajar.

Didalamnya, pengajar dapat dengan mudah mengaplikasikan latar belakang, backsound, animasi, sehingga proses belajar mengajar tidak kaku, dan pelajar dapat mudah berinteraksi dengan pengajar atau murid lainnya melalui fitur chat yang tersedia di dalamnya.

Sekolah harus melihat seberapa penting teknologi LMS, ketika tumbuh kembang siswa juga menjadi taruhan.

LMS Link Net

Sebagai penyedia layanan  konektivitas terpadu, Link Net menyediakan Learning Management System First Klaz bagi institusi pendidikan di seluruh Indonesia.

First Klaz memiliki berbagai fitur menarik diantaranya, Kelas, Kursus dan Ujian Online, Notifikasi Chat (Guru, Siswa & Orang Tua), Analisis, Report & E-Certificate, Forum Diskusi untuk Siswa dengan Guru, Manajemen Sistem (Kelas, User & Konten), Materi Belajar (Bank Soal & Materi), dan webinar.

Didalamnya juga tersedia dashboard serta Artificial Intelligence sehingga memudahkan pengajar membangun kelas yang menarik serta melihat perkembangan murid dengan mudah dan menyeluruh hanya dalam satu platform.

Untuk membangun sumber daya yang kompeten di masa depan, First Klaz menjadi sistem LMS pilihan institusi pendidikan di Indonesia. Daftarkan sekolah Anda sekarang atau pelajari lebih lengkap mengenai First Klaz disini.

 

Share :

You might also like :

Pertimbangkan Hal Ini Saat Mengaplikasikan VSAT HTS
Cara Masuk FYP di Tiktok Dengan Mudah Terbaru 2022

Comments :

Close